Melas. Mungkin karena porsinya yang imut-imut akhirnya bernama Melas yang artinya menimbulkan rasa belas kasihan. Bebek Melas memang disajikan dengan ukuran mini, semini harganya yang cuma ditebus dengan harga 5000 rupiah saja (*tahun 2006-2010). Soal rasa, jangan ditanya, dijamin menggelegar cetar membahana. Kalau sudah menjelang petang pasti antrian padat merayap. Sepertinya, alumni Kampus C belum afdhol kalau belum pernah mampir kesini.

Bebek Melas memang sudah punya lokasi khusus di hati mahasiswa. Alternatif menu makan malam anak kost yang sukses bikin ketagihan. Betapa tidak, selain menu sehari-hari, Bebek Melas sering dipilih sebagai menu konsumsi untuk lembur kegiatan kampus. Ya walaupun kalau saya butuh 2-3 porsi baru terasa nendang di perut hahahhaa (*perut karet 😅).

Saat itu, penampakan warung sangat sederhana. Parkir motor juga sempit. Jalanan di daerah Mulyorejo memang tidak terlalu luas. Tapi kondisi itu tidak menyurutkan langkah kami menikmati bebek goreng yang disajikan lengkap dengan bumbu kuning plus sayur lalapan. Sepertinya kalau ke Surabaya wajib untuk mengunjungi bebek legendaris ini.