Dua hari lalu Babe – sang penjual sayur mulai keliling lagi setelah tiga mingguan lebih libur lebaran di kampungnya. Praktis hampir semingguan kami kesulitan mencari sayur dan sebangsanya untuk bisa dimasak. Seperti biasanya Babe teriak “Yuurr…sayuurr” untuk memanggil pelanggannya. Pagi itu Babe tampak segar. Sedikit senang melihatnya tidak sedang mengisap rokok. Kayaknya sudah mulai malas kalau harus menerima pesan-pesan saya mengingatkan untuk berhenti merokok hehehe. 

Setelah saling bersalaman dan saling memaafkan, lanjut pilih-pilih sayur, bumbu dan buah. Saat melihat ada jeroan ayam, muncullah keinginan membuat sambal goreng. Tidak kelupaan untuk cabe dan bahan lainnya. Kacang panjang, taoge dan buah Pepaya pun ikut diangkut. Total sekitar 40an ribu. Lebih murah dibanding ke swalayan sebelah. Hitung-hitung mengutamakan Babe untuk memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan kan ya? (Jiaaahaha..demi Indonesia ya bro 😅). 

Semua belanjaan masuk kulkas. Tapi jeroan ayam langsung saya bersihkan dan rebus sebentar. Masuk kotak Tupper***e dan lanjut simpan di kulkas. Karena kecapekan dan malasnya kambuh, baru pagi ini ada niat memasak. Saya tidak akan membagikan resepnya, karena dirahasiakan hahaha (Padahal sejatinya belum PD 😅).

Sambal Goreng Hati Ayam ala @dhekthree
Tumis Kacang Panjang & Taoge ala @dhekthree
Selamat sarapan dulur. Jangan lupa makan yang banyak ya, persiapan malam mencekam lho. Malam minggu cuiii…. 🤣🤣🤣